LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN STRUMA


  1. KONSEP DASAR STRUMA
1.      Definisi Struma
Struma adalah istilah untuk pembesaran kelenjar gondok.( kumpulan kuliah patologi , FKUI . Jakarta )
2.      Insiden kasus
Penyakit ini sering di jumpai dan menyerang sampai 16% wanita dan 4% pria yang berusia antara 20 sampai 60 tahun seperti yang telah dibuktikan oleh suatu penyelidikan di Tecumseh. ( patofisiologi ,Silvia A. price)
3.      Etiologi
a.       Defisiensi yodium
b.      Gangguan kimia intratiroid
4.      Patofisiologi struma
Etiologi goiter non toksik antara lain adalah defisiensi yodium atau gangguan kimia intratiroid oleh berbagai factor. Akibat gangguan ini kapasitas kelenjar tiroid untuk mensekresi tiroksin terganggu , mengakibatkan peningkatan kadar TSH dan hyperplasia dan hipetrofi folikel- folikel tiroid. Sehingga terjadi penekanan mekanis trakea dan esophagus sehingga timbul gejala –gejala obstruksi. Dari pembesaran kelenjar tiroid dapat menimbulkan masalah keperawatan gangguan citra tubuh,.kurangnya informasi sebelum tindakan pembedahan menimbulkan masalah ansietas.kemudian setelah pembedahan menimbulkan masalah keperawatan nyeri akut, kerusakan komunikasi verbal, risiko infeksi, PK hemoragi, PK hipoparatiroid

WOC 





5.      klasifikasi struma
a.       Secara morfologi ( konsistensi / bentuk )
1)      bentuk kista : struma kistika
§  tidak pernah toksik ( kista jinak )
§  tidak ada tanda – tanda keganasan pada tubuh
§  berbatas tegas, permukaan licin, konsistensi kistik
2)      bentuk noduler : struma
§  ganas, mungkin toksik
§  bentuk jelas, konsistensi kenyal, keras, keras seperti batu ( ganas )
3)      bentuk difusa : Struma difus
§  tidak pernah ganas tapi toksik
§  batas tidak jelas,konsistensi kenyal tapi sering lembek
4)      bentuk vaskuler ; struma vaskulosa
§   toksik dan sifatnya difusa
§  Mengandung banyak pembuluh darah
b.      Secara klinis
1)      Toksik
2)      Non toksik
6.      Manifestasi klinis
a.       Secara klinis
§  keadaan umum lemah
§  kurus meskipun banyak makan
§  bola mata exopthalmus
§  kulit basah , terus keluar keringat
§  muka merah
b.      Gejala pada kardiovaskuler
§  palpitasi
§  takikardi
§  hipotensi sistolik

c.       Gejala pada system persyarafan
§  emosi labil, cepat marah dan tersinggung
§  tremor
7.      Pemeriksaan fisik ; terlihat penonjolan di sepertiga di bagian bawah leher
8.      Pemeriksaan penunjang
1)      pemeriksaan T3 dan T4
2)      BMR ( basal metabolisme rate)
3)      EKG
4)      Scintiscan yodium radioaktif
5)      Sidik ultrasound
9.      Therapy
1)      penekanan TSH oleh hormone tiroid
2)      goiter yang besar harus dilakukan pembedahan
3)      pengobatan dengan tiroksin
4)      beri tambahan yodium
  1. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN STRUMA
1.      Pengkajian
a.       PRE OP
Data subjektif
§  Pasien mengatakan takut akan di operasi
§  Pasien mengatakan dadanya berdebar debar
§  Pasien mengatakan malu dengan adanya benjolan di lehernya
                          Data objektif
§  Takikardi
§  Bola mata exopthalmus
§  Kulit basah, terus keluar keringat
§  Muka merah
§  Tremor
§  Terdapat benjolann di lehernya
b.      Post OP
Data subjektif
§  Pasien mengeluh nyeri pada area luka operasi
                        Data objektif
§  Pasien tampak terpasang drain di area luka operasi
2.      Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul
1.      Gangguan citra tubuh b/d perubahan  dalam  penampilan sekunder akibat penyakitnya
2.      Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi tentang kondisi, dan kebutuhan pengobatannya
3.      Ansietas b/d kurang pengetahuan tentang pre operasi
4.      Nyeri akut b/d tindakan pembedahan
5.      Kerusakan komunikasi verbal b/d kerusakan kemampuan menghasilkan bicara sekunder terhadap strumectomy
6.      Risiko infeksi b/d masuknya organisme sekunder terhadap pembedahan
7.      PK hemoragi
8.      PK hipoparatiroid
Prioritas masalah ;
1.      Gannguan citra tubuh b/d perubahan dalam penampilan sekunder akibat penyakitnya
2.      Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi tentang kondisi,  dan kebutuhan pengobatannya
3.      Ansietas b/d kurang pengetahuan tentang pre operasi
4.      Nyeri akut b/d tindakan pembedahan
5.      PK hemoragi
6.      Kerusakan komunikasi verbal b/d kerusakan kemampuan menghasilkan bicara sekunder terhadap strumectomy
7.      Risiko infeksi b/d masuknya organisme sekunder terhadap pembedahan
8.      PK hipoparatiroid





Tidak ada komentar:

Posting Komentar