LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN SINDROMA CUSHING


  1. KONSEP DASAR PENYAKIT
  1. PENGERTIAN
Coushing sindrom merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh adanya kelainan hormonal karena produksi korteks adrenal yang berlebihan sebagai akibat pemberian glukokortikoid jangka panjang atau akibat hyperplasia kortek adrenal. Pada sindrom cushing hormone yang berpengaruh adalah hormone glukokortikoid dan androgen. Tetapi mineralokortikoid juga memberi sedikit pengaruh.  



  1. EPIDEMIOLOGI
Coushing syndrome sering terjadi pada usia 20 s/d 50 tahun. Tiap tahunnya terjadi 10 s/d 15 kasus dari 1 juta orang.

  1. PENYEBAB
a.    Penggunaan hormone glukokortikoid (prednisone) dalam waktu yang lama seperti pada pasien asma, rematoid arthritis,syndrome lupus dll.
b.    Hyper sekresi costisol oleh korteks adrenal oleh karena tumor korteka adrenal, hyperplasia korteks adrenal.
c.    Hypersekresi ACTH karena odema pituitary

  1. KLASIFIKASI
Syndrima cushing dibagi kedalam dua tipe;
a.    Tipe dependen ACTH akibat hyper sektesi ACTH
b.    Tipe Independen ACTH akibat hyper sekresi cortisol oleh korteks adrenal dan penggunaan kortisol dalam jangka waktu yang lama.

  1. GEJALA KLINIS
a. Adanya mobilisasi lemak tubuh bagian bawah dan penimbunan lemak pada thorak, leher dan regio abdomen atas menyebabkan tubuh tampak seperti tubuh kerbau.
b. Wajah tampak bengkak(moon face) dan wajah berjerawat oleh karena sekresi steroid yang berlebihan.
c.  Produksi androgen yang berlebihan akan menimbulkan jerawat pada wajah dan terjadinya virilisasi serta hirsutisme.
d.  Kulit pecah-pecah, kering tipis, rapuh, timbul lebam sepontan dan susah menghilang, strie pada perut, paha, bokong,dan payudara.
e. Kelelahan, kelemahan otot dan tulang, peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, iritabilitas, anxietas dan depresi.
f.    Kerentanan terhadap infeksi meningkat.
g.  Produksi hormone korteks adrenal yang berlebihan mengakibatkan henti pertumbuhan, obesitas, perubahan muskuloskletal dan terjadi intoleransi terhadap glukosa.
h.   Badan yang besar dan ekstrimitas relative lebih kurus.
i. Metabolisme protein yang berlebihan menimbulkan kelemahan otot, osteoporesis, kifosis, nyeri pinggang serta fracture kompresif vertebra.
j.  Terjadi retensi air dan Na yang menimbulkan hipertensi, oedema dan gagaljantung kongestif.
k.  Penyembuhan luka yang terhambat akibat peningkatan gula darah.
l.   Pada wanita terjadi virilisasi, hirsutisme, atrofi payudara, menopause dini, pembesaran klitoris akibat penimgkatan kadar hormone androgen.
n.   jika sindrom cushing disebabkan oleh tumor hipofise, makan akan terjadi gangguan pengelihatan akibat penekanan kiasma optikum oleh tumor.

6. PATHOFISIOLOGI
Syndroma cushing dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme. Tumor kelenjar hipofise akan menghasilkan ACTH yang kemudian akan menstimuli kortek adrenal untuk mensekresi hormone diantaranya kortisol. Tumor pada kortek adrenal dan pemakaian obat-obat golongan kortikosteroid  akan meningkatkan kadar kortisol.
Hormon glukokortikoid berfungsi dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Hormon kortisol akan merangsang proses glukoneogenesis dengan meningkatkan enzim-enzim yang digunakan untuk mengubah asam amino menjadi glukosa dalam sel hati. Selain itu, kortisol berperan dalam pengangkutan asam amino dari jaringan ektrahepatik, terutama dari otot.Kondisi ini meningkatkan penyimpanan glikogen dalam hati. Efek kortisol juga akan menghambat penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh sehingga konsentrasi glukosa meningkat dalam darah.
Kortisol akan mengurangi penyimpanan protein pada sel-sel exstra hepatic tetapi meningkatkan penyimpanan protein dalam hati. Protein hati yang berlebihan akan dilepaskan kedalam darah sehingga protein plasma meningkat. Penurunan protein pada jaringan exstra hepatic akan menimbulkan kelemahan otot dan tulang serta menurunkan fungsi jaringan limpoid sehingga produksi limfosit menurun.
Kortisol juga berpengaruh terhadap metabolisme asam lemak dengan cara meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak. Dalam kenyataannya pembentukan lemak berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan mobilisasi dan oksidasinya sehingga tejadi penimbunan lemak pada daerah dada, leher dan wajah.




7. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK/PENUNJANG
Diagnosa dapat ditegakan dengan melihat riwayat pengobatan pasien, pemeriksaan laboratorium,X-ray, CT-scan, MRI.
a.    Pemeriksaan kadar cortisol urine 24 jam
Pada syndrome cushing akan terjadi peningkatan cortisol >50-100 microgram /hari.
b.    Dexamethasone suppression test
Untuk mengetahui peningkatan produksi ACTH
c.    CRF stimulation test untuk membedakan tumor hipofise dengan tempat-tempat ektopik produksi ACTH.
Pada pemeriksaan laboratorium darah ditujukan untuk mengetahui peningkatan kadar natrium serta glukosa darah, penurunan kadar kalium serum, penurunan jumlah sel-sel eosinofil dan menghilangnya jaringan limfoid, serta untuk uji uji supresi deksametason.

8. PENGOBATAN
Pengobatan biasanya diarahkanpada kelainan pada kelenjar hipofise karena mayoritas kasus disebabkan oleh tumor hipofise. Adapun pengobatan yang dilakukan adalah:
a.                            Operasi pengangkatan tumor hipofise
b.                            Radiasi tumor hipofise
c.        Pengobatan dengan metyrapan, ketokonasol, aminoglutethimile untuk mengurangi hiperadrenalisme.
d.        Adrenalektomy pada pasien dengan hypertrophy adrenal
e.        Jika oleh karena pemberian kotrtikosteroid eksternal, maka dilakukan penurunan dosis obat, dihentikan secara bertahap untuk mengobati penyakit yang mendasarinya.


B.KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Pengkajian meliputi;
·         Identitas pasien
·         Riwayat kesehatan sekarang, masalalu dan riwayat kesehatan  keluarga.
·         Aspek bio, psiko,social berupa:
  1. Aktivitas Istirahat
Gejala: Kelelahan, kelemahan otot, penurunan toleransi aktifitas, gangguan tidur,
Tanda : Penurunan kekuatan, aktifitas berkurang,peningkatan denyut nadi pada aktivitas minimal, gangguan konsentrasi

  1. Sirkulasi
Tanda: Hipertensi, peningkatan kadar gula darah,dehidrasi, gagal jantung kongestif.

  1. Integritas ego
Gejala: ketidak mampuan mengatasi stress
Tanda; ansietas, iritabilitas, depresi, emosi labil

  1. Eliminasi
Gejala: perubahan frekuensi dan karakteristik urine
Tanda: poli uria

  1. Makanan /cairan
Gejala: anoreksia, mual/muntah
Tanda: Turgor kulit jelek, kulit pecah-pecah dan kering

  1. Neuro sensori
Gejala; Pusing, kelemahan otot dan tulang, penurunan toleransi terhadap stress
Tanda: kelelahan mental, iritabilitas, cemas, gangguan pengelihatan.

  1. Nyeri/Kenyamanan
Gejala: Nyeri pada kepala, nyeri pada otot dan tulang.

  1. Pernafasan
Gejala: Dispnea
Tanda; kecepatan nafas meningkat, takipnea

  1. Keamanan
Gejala: Intoleransi terhadap panas
Tanda: Hyper pigmentasi, hypotermi, otot kurus, ketidak mampuan berjalan.

  1. Sexualitas
Gejala: Pola menstruasi tak teratur sampai menopous dini, virilitas, penurunan fertilitas dan libido.


  1. Penyuluhan dan pembelajaran
Gejala: Riwayat penggunan glukokortikoid yang lama, adanya penyakit neoplasti.

    • Pemeriksaan fisik berupa:
a.    Keadaan umum lemah
b.    Kesadaran compos mentis
c.    Tanda vital: suhu meningkat, tensi meningkat, dan nadi cepat dan lemah.
d.    Pemeriksaan cepalo caudal:
Pada kepala akan ditemukan penipisan rambut, terjadi penurunan pengelihatan bila terjadi tumor hipofise, bibir atas menonjol, penampilan moon face, kulit yang berminyak dan berjerawat, hirsutisme.
Pada leher terjadi penumpukan lemak (buffalo hump) pada bagian posterior dan klavikula.
Pada kulit terjadi penipisan, rapuh, kering, mudah trauma, ekimosis dan strie.
Pada dada terjadi atrofi payudara terutama pada wanita, adanya aritmia.
Pada genetalia wanita akan ditemukan pembesaran klitoris, siklus haid yang memanjang dan terjadi menopous dini.
Pada ekstrimitas akan tampak lebih kurus dan terjadi kelemahan otot

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Berdasarkan data hasil pengkajian, diagnosa keperawatan yang sering muncul;
  1. Resiko cedera dan infeksi berhubungan dengan kelemahan, perubahan metabolisme protein,  respon inflamasi dan osteoporesis.
  2. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan fisisk, gangguan fungsi sexual dan penurunan tingkat aktivitas.
  3. Gangguan proses fikir berhubungan dengan emosi yang labil, iritabilitas, depresi.
  4. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan oleh karena mual dan muntah
  5. Resiko kerusakan integritas jaringan kulit oleh karena oedema, penurunan protein kulit dan hiperglikemia.
  6. Kelelahan berhubungan dengan perubahan kimia tubuh,

3. RENCANA TINDAKAN
a. Resiko cedera dan infeksi berhubungan dengan peningkatan katabolisme protein dan depresi jaringan limfoid
Intervensi yang diberikan:
    • Beri perawatan dengan tehnik aseptikdan antiseptic
Rasional:Untuk mencegah terjadinya infeksi silang, peningkatan kadar glukosa merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman
·         obserfasi jaringan yang mengalami kerusakan, catat bila adanya inflamasi.
Rasional: Untuk mengetahui gejala awal infeksi dan mencegah perluasan infeksi
·         Batasi pengunjung yang dapat menularkan infeksi.
Rasional: Mencegah terjadinya infeksi silang
    • Kolaborasi pemberian antibiotic profilaksis bila terjadi infeksi
Rasional: Untuk mencegah perluasan infeksi
    • Ciptakan lingkungan yang aman
Rasional: Untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti terjatuh, fracture, dan cedera lain pada jaringan tulangserta jaringan lunak lain.
    • Bila pasien dalm kondisi sangat lemah, memerlukan bantuan dalam mobilisasi.
Rasional: Untuk mencegah terjatuh maupun terbentur

Evaluasi/hasil yang diharapkan;
    • Terbebas dari fraktur dan cedera jaringan lunak
    • Tidak mengalami gejala inflamasi dan infeksi.

b. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan fisisk, gangguan fungsi sexual dan penurunan tingkat aktivitas.
Intervensi yang diberikan:
    • Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya tentang kondisinya
Rasional; Membina hubungan dan meningkatkan keterbukaan dengan pasien, Membantu mengevaluasi banyaknya masalah yang dapat diubah oleh pasien
    • Tunjukan perhatian dan tidak bersikap menghakimi
Rasional: Meningkatkan keterbukaan dengan pasien
    • Sarankan pasien untuk menggunakan keterampilan manajemen stres
Rasional:Meminimalkan perasaan stress, meningkatkan koping dan pengendalian diri
    • dorong pasien untuk membuat pilihan dan berpartisipasi dalam perawatan dirinya
Rasional: Untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki harga diri, menurunkan focus pikiran terhadap perubahan fisiknya.
    • Lakukan perbaikan terhadap masalah yang terjadi melalui pengobatan
Rasional: Untuk meningkatkan harga diri pasien
    • Perkenalkan pasien dengan pasien lain dengan kasus yang sama dan telah mengalami perbaikan.
Rasional: Untuk meningkatkan keyakinan pasien akan keberhasilan pengobatan

Evaluasi/hasil yang diharapkan:
    • Pasien mengungkapkan penerimaan terhadap keadaan diri sendiri
    • Menunjukan kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi dan bersosialisasi.

  1. Gangguan proses pikir berhubungan dengan emosi yang labil, iritabilitas, depresi.
Intervensi yang diberikan:
    • Bila memungkinkan awasi pasien secara penuh
Rasional: Untuk mengetahui secara dini adanya perubahan SSP dan meningkatkan hubungan saling percaya.
    • Pantau vital sign dan setatus neurologist
Rasional: Memberikan patokan uantuk dasar pebandingan temuan abnormal
    • orientasikan pasien terhadap waktu tempat dan orang sesuai kebutuhan
Rasional: Untuk menolong mempertahankan orientasi dan mengurangi kebingungan
    • Tetapkan jadwal rutin untuk memberi istirahat yang teratur
Rasional: Meningkatkan orientasi dan mencegah kelelahan yang berlebihan
    • lindungi pasien dari kemungkinan cedera.
Rasional:Untuk mencegah terjadinya trauma fisik

Evaluasi/hasil yang diharapkan:
    • Pasien mampu mempertahankan kesadaran mental
    • Tidak mengalami cedera

  1. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan oleh karena mual dan muntah
Intervensi yang diberikan:
    •  Pantau intake makanan dan timbang berat badan tiap hari
Rasional: Untuk mencegah terjadinya malnutrisi yang serius dan memantau adanya retensi cairan
    •  catat frekuensi dan karakteristik muntah
Rasional:Untuk mengetahui derajat kemampuan pencernaan atau absorbsi makanan
    •  Beri atau lakukan oral higine
Rasional:Mulut yang bersih mampu meningkatkan nafsu makan
    • ciptakan lingkungan yang nyaman untuk makan
Rasional; Dapat meningkatkan nafsu makan dan memperbaikiasupan makanan.
    • Berikan informasi tentang menu dan beri pasien untuk memilih menu.
Rasional; Perencanaan menu yang disukai pasien dapat menstimulasi nafsu makan dan meningkatkan asupan makanan

Evaluasi /hasil yang diharapkan:
    • Tidak adanya mual dan muantah
    • Menunjukan berat badan yang setabil atau meningkat dengan nilai laboratorium normal

  1. Resiko kerusakan integritas jaringan kulit oleh karena oedema, kekeringan
Intervensi yang diberikan:
    • Diskusikan pentingnya perubahan posisi yang sering dan perlunya beraktifitas
Rasional;Menurunkan tekanan pada kulit, meningkatkan sirkulasi perifer dan menurunkan resiko kerusakan kulit
    • Observasi adanya kemerahan, pucat dan eksoriasi.
Rasional: Area ini meningkat resikonya untuk kerusakan dan memerlukan pengobatan yang lebih intensif
    • Pertahankan intake nutrisi yang adekuat
Rasional: Peningkatan nutrisi akan memperbaiki kondisi kulit
    • Dorong pasien untuk menjaga kebersihan kulitnya.
Rasional: Menjaga kebersihan kulit untuk mencegah terjadinya infeksi
    • Lakukan perawatan pada kulit terutama pada daerah khusus lipatan kulit
Rasional: Eksoriasi meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menimbulkan infeksi

Evaluasi /hasil yang diharapkan:
    • Mengidentifikasi dan menunjukan perilaku untuk mempertahankan integritas kulit

  1. Kelelahan berhubungan dengan perubahan kimia tubuh, ketidak seimbangan cairan dan elektrolit.
Intervensi yang diberikan:
·         kaji dan diskusikan tingkat kelemahan pasien dan identifikasi aktifitas yang dapat dilakukan
Rasional; Pasien biasanya mengalami penurunan tenaga da kelelahan semakin meningkat
·         pantau vital sign sebelum dan sesudah melakukan aktifitas
Rasional: Kolaps sirkulasi dapat terjadi akibat stress aktifitas
·         diskusikan kebutuhan dan jadwal aktifitas bersama pasien dan identifikasi aktifitas yang menimbulkan kelelahan
Rasional:Untuk meningkatkan kemampuan melakukan aktifitas dengan baik
·         diskusikan cara untuk menghemat tenaga dalm beraktifitas
Rasional:Pasien mampu melakukan lebih banyak kegiatan dengan mengurangi pengeluaran tenaga pada setiap kegiatan yang dilakukan.
·         Berikan kesempatan pasien untuk berpartisipasi secara adekuat dalam beraktifitas sehari-hari.
Rasional:Meningkatkan keyakinan pasien dan harga dirinya secara baik sesuai dengan tingkat aktifitas yang dapat ditoleransi


Evaluasi /hasil yang diharapkan:
·         Menyatakan kemampuan uantuk beristirahat dan peningkatan tenaga.
·         Mampu menunjukan factor yang berpengaruh terhadap kelelahan.
·         Meningkatnya kemampuan dan partisipasi dalam beraktifitas.




1 komentar: